Polisi Tetapkan Ustadz Bachtiar Nasir Sebagai Tersangka


Islamedia Ulama yang juga ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI 212 Ustadz Bachtiar Nasir ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dana yayasan Keadilan untuk Semua.

Status tersangka Ustadz Bachtiar dibenarkan oleh Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Daniel Silitonga.

"Betul (Bactiar ditetapkan sebagai tersangka)," kata Daniel seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (6/5/2019).

Penetapan Ustadz Bachtiae sebagai sebagai tersangka itu dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Namun, Daniel tak merinci kapan gelar perkara itu dilakukan.

"Ya dulu sudah (gelar perkara), kita melanjutkan," ujarnya.

Pihak penyidik Tipideksus Bareskrim rencananya akan memanggil Ustadz Bachtiar untuk dimintai keterangannya pada Rabu 8 Mei 2019 mendatang.

Sekitar akhir 2016, nama Ustadz Bachtiar Nasir ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun Facebook bernama Moch Zain mengunggah informasi bahwa yayasan pimpinan Bachtiar, Indonesian Humanitarian Relief (IHR) diduga mengirim bantuan logistik untuk mendukung kelompok pemberontak pemerintahan Bassar Al-Assad, Jaysh Al-Islam di Aleppo, Suriah.

Sejauh ini, penyidik telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan TPPU dana yayasan. Mereka adalah petugas Bank Syariah Islahudin Akbar dan Ketua Yayasan Keadilan untuk Semua Adnin Armas.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah menyatakan bahwa penyidikan kasus tersebut dilakukan setelah ditemukan indikasi pengiriman dana dari GNPF MUI ke Turki. Menurutnya, Islahudin menarik uang di atas Rp1 miliar yang kemudian diserahkan kepada Bachtiar Nasir.

Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, kata Tito, lembaga bantuan yang menjadi tujuan pengiriman uang tersebut memiliki hubungan dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

sumber : CNNINDONESIA

[islamedia].